Listrik
arus bolak-balik
Listrik Arus bolak-balik (listrik AC —
alternating current) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus
berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda dengan listrik arus searah dimana arah
arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari
listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini
yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien. Namun dalam aplikasi-aplikasi
spesifik yang lain, bentuk gelombang lain pun dapat digunakan, misalnya bentuk
gelombang segitiga (triangular wave) atau bentuk gelombang segi empat (square
wave).
Selain itu kenapa disebut arus
bolak-balik? karena kutub sumber listrik berganti-ganti tiap waktu. Kalau
pergantian kutub itu terjadi 60 kali dalam satu detik, maka dikatakan frekuensi
sumber AC tersebut adalah 60 Hertz (seperti banyak dipakai di Amerika Serikat).
Kalau pergantian kutub itu terjadi 50 kali dalam satu detik, maka frekuensi
sumber AC tersebut adalah 50 Hertz (seperti banyak dipakai di Eropa dan Asia
termasuk di Indonesia). Tentu sekarang kita paham apa maksud “frekuensi arus
PLN adalah 50 Hz”.
Secara umum, listrik bolak-balik berarti
penyaluran listrik dari sumbernya (misalnya PLN) ke kantor-kantor atau
rumah-rumah penduduk. Namun ada pula contoh lain seperti sinyal-sinyal radio
atau audio yang disalurkan melalui kabel, yang juga merupakan listrik arus
bolak-balik. Di dalam aplikasi-aplikasi ini, tujuan utama yang paling penting
adalah pengambilan informasi yang termodulasi atau terkode di dalam sinyal arus
bolak-balik tersebut.
Arus bolak-balik (AC) adalah sejenis
arus yang mempunyai arah bolak-balik karena sumber arus listrik menghasilkan
voltase bolak-balik karena sumber arus listrik menghasilkan voltase bolak-balik
(voltase alternating). Sistem kelistrikan pada kendaraan bermotor menggunakan
arus searah, listriknya berasal dari arus bolak-balik dengan menggunakan
”inverter”. Pada kendaraan bermotor yang memakai generator AC (alternator)
memerlukan perubahan arus bolak-balik itu jika alternator sesuai digunakan pada
kendaraan bermotor tersebut.
Kenapa kita memakai arus bolak-balik
sebagai sumber listrik utama? jawabannya adalah dipengaruhi faktor ekonomi:
membuat sumber arus bolak-balik (generator) jauh lebih murah daripada sumber
arus searah. Untuk menjadikan arus bolak-balik menjadi searah tidaklah begitu
sulit, walau hasilnya tidak sestabil arus dari baterai tapi harga kestabilan
ini dikompensasi sangat baik oleh biaya pengadaan sumber listrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar